Archive for the ‘ Articles ’ Category

Liputan Sportku.com

SPORTKU.COM – Kalau dulu motor bebek dan matik sempat menjadi primadona dan motor favorit masyarakat, sekarang trennya mulai beralih. Kini motor sport 150 cc keatas mulai banyak menjadi pilihan sebagian banyak biker Indonesia. Terbukti beberapa pabrikan gencar mengeluarkan tipe motor sport saat ini.

Nah, fenomenanya tak sedikit pula yang belum puas dengan power standar motor sport bawaan pabriknya. Siasatnya, upgrade performa jadi andalan. Tentu belum semua bengkel mampu mewujudkan. Salah satu bengkel spesialis motor sport yang laris dan ramai dikunjungi konsumen yaitu Abbys Performance.

Motor yang sering mampir ke bengkel ini utamanya Yamaha Scorpio. Tapi sekarang, Yamaha Byson, Bajaj Pulsar, Honda Tiger atau motor lainnya juga tak segan-segan mampir.

“Semua motor saya layani. Mau motor matik, bebek atau moge juga saya ladeni,” timpal Adie Sheldiez Mukti sang owner. Tak hanya itu saja bro, motor bebek untuk kepentingan stunt ride juga dilakoni.

Kabarnya, Abbys juga sempat dipercaya meracik Yamaha R15 dari tim asal India dan mampu menghasilkan prestasi terbaik. “Motornya jadi juara disana,” ujar Adie yang mempunyai seorang putri pembalap.

Soal upgrade mesin, yang dilakukan biasanya meliputi porting polish agar sistem pembakaran lebih sempurna dan sistem kelistrikan. “Mengenai apa saja yang harus diubah saya konsultasikan dulu dengan konsumen dan disesuaikan dengan budget,” pungkas Adie yang bermarkas di Jl Lodaya No.26 Bandung.

 

Original Link : http://motor.sportku.com/berita/speedshop/45336-spesialis-upgrade-mesin-dari-bandung

Pasang Pelek Jari-Jari di Kaki Yamaha Byson

Tips Kaki-Kaki

Pasang Pelek Jari-Jari di Kaki Yamaha Byson


Kalaupun pengguna Yamaha Byson sudah cukup pede dengan tampilan standar yang sudah gagah, tapi enggak ada salah ubah tampilan. Misalnya jika mau tampil beda atau disesuaikan dengan medan berat. Dipastikan perlu pelek jari-jari yang dianggap lebih fleksibel atau lentur.

Bodi yang cukup kekar dan berotot, motor sport dari pabrikan berlambang garputala ini bisa juga aplikasi pelek jari-jari. Kondisinya harus melakukan beberapa penyesuaian. “Sebenarnya tak terlalu rumit,” buka Adie Sheldiez Mukti dari Abbys Performance di Jl. Lodaya No. 26, Bandung.

Jadi, beberapa komponen penyesuaiannya hampir sama saja dengan motor lain jika ganti pelek jari-jari ini. Kalau untuk Yamaha V-ixion tinggal pilih teromol variasi yang sudah beredar di pasaran atau menggunakan teromol RX-King. Atau bahkan teromolnya hampir sama dengan Yamaha Jupiter MX.

Sedangkan untuk Yamaha Byson bisa pakai teromol Yamaha Scorpio. Tapi, modifikasi sedikit di bagian bushing teromol. Beberapa ubahan untuk perangkat speedometer bisa bekerja baik dan putaran roda pun tak alami masalah. “Selain itu bisa membuat Byson secara tampilan lebih simpel dan fashionable,” bilang Adie yang juga jago upgrade mesin motor-motor sport itu.

Bushing teromol depan bagian dalam atau rengan bisa pakai punya Scorpio. “Bisa juga pakai aslinya punya Byson, tapi ukurannya harus di ubah jadi 59 mm dengan dibubut,” kata Adie.

Kemudian bushing bagian luar sebelah kiri juga dipapas jadi 10 mm. Ini dilakukan agar perangkat spidometer bisa masuk. Dan bushing sebelah kanan dibubut jadi 29 mm. Bushing teromol bagian depan ini hanya sedikit penyesuainnya karena hanya memikirkan bagaimana perangkat spidometer bisa bekerja sempurna.

Trik lain aplikasi pelek jari-jari ini selajutnya untuk teromol belakang. Juga engaplikasi dari Yamaha Scorpio berikut bushingnya. Memang teromol belakang juga tak alami perubahan, tapi bagian bushingnya. “Bushing tengah atau bagian dalam diubah jadi 47 mm,” ungkap Adie.

Kemudian bushing kiri dibubut jadi 20 mm. “Jangan lupa bushing kiri ini ditambah ring 3 mm. Agar gir belakang lurus dengan gir depan,” tambah pria dua anak ini. Memang tampaknya tak serumit yang dibayangkan, tapi kalau cara pasangnya sembarangan alias asal-asalan bisa ketiban masalah saat di jalan.

Dan terakhir untuk bushing teromol belakang sebelah kanan. Dipapas sedikit panjangnya jadi sekitar 4 cm. Ukuran 4 cm ini agar bushing enggak mentok dan bisa pas dengan bushing tengah.

Untuk menebus satu bushing Yamaha Scorpio cukup siapkan uang 150-200 ribu. Dan untuk teromol Scorpio orisinil Rp 300 ribu. “Untuk peleknya tinggal pilih merek dan ukurannya sesuai selera,” tutup Adie yang bisa dihubungi di nomor 081-720-2904.

Siap tampil beda dengan kaki-kaki baru nih!  (motorplus-online.com)

http://motorplus.otomotifnet.com/read/2012/09/25/334601/226/27/Pasang-Pelek-Jari-Jari-di-Kaki-Yamaha-Byson

Atasi Sok Belakang Yamaha Scorpio Terlalu Empuk

Tips Kaki-Kaki

Atasi Sok Belakang Yamaha Scorpio Terlalu Empuk

Sebagian pengguna Yamaha Scorpio kerap alami masalah sok belakang ambles tertelan bodi belakang. Siasatnya bisa pakai anting atau dudukan sok tambahan.

Nah, untuk memaksimalkan kinerja sok belakang Scorpio ada trik lain yang menarik. “Bisa pakai tabung oli tambahan agar reboundnya lebih nyaman, biar enggak keempukan, bro,” cetus Adi Sheldiez.

Maksudnya bantingan sok jadi lebih enak enggak terlalu empuk. Caranya dengan membuat lubang di tabung sok belakang aslinya. Cukup dilubangi dengan cara dibor. “Dibor pakai mata bor 6 mm,” terang Adie.

Agar baut 10 bisa masuk dan tertancap dengan baik, lubang ditap untuk dibuatkan ulir. Baut 10 jadi pengikat slang yang menghubungkan dengan tabung sok. Jadi, sirkulasi lebih baik dan oli lancar keluar-masuk. Untuk wadah atau tempat olinya sendiri bisa pilih ukuran kecil yang kapasitasnya 100 ml. Bisa menggunakan tabung minyak rem variasi.

Tapi, olinya sendiri cukup 50 ml saja agar terdapat ruang lebih untuk oli bersirkulasi dengan baik. “Lebih bagus pakai oli SAE 50,” jelas Adie yang bengkelnya di Jl. Lodaya No. 26, Bandung.

Agar oli dapat bersirkulasi dengan baik, slangnya juga jangan sampai terlalu panjang. Sekitar 40-50 cm. Dan terakhir pasang braket tambahan untuk menempatkan tabung kecil yang berukuran 100 ml tadi di footstep belakang. Bisa di sebelah kiri atau kanan.
 (motorplus-online.com)

http://motorplus.otomotifnet.com/read/2012/09/27/334771/226/27/Atasi-Sok-Belakang-Yamaha-Scorpio-Terlalu-Empuk

Gunsons Colortune

Alat ini sebenernya udah lama ada di luaran sana..cuman saya baru belakangan ini membeli dan menggunakannya…

fungsinya adalah untuk mengintip ke dalam ruang pembakaran via busi sehingga dapat terlihat dengan jelas warna dari pembakaran di dalam ruang bakar…nah kalau kita bisa melihat warna pembakaran maka kita akan lebih mudah untuk menentukan apakah settingan karbu sudah benar atau belum dengan indikator terlalu basah atau terlalu kering yang bisa dilihat dari warnanya, biru untuk warna yang pas dan merah atau kuning untuk warna yang terlalu basah..buat temen-2 yang ingin coba setting silahkan datang ke bengkel….sementara ini hanya tersedia untuk ukuran busi 10 dan 12, untuk mesin 2tak dengan busi 14 belum ada…

Gunsons Colortune

Aplikasi Gunson di motor

ABBYS Performance Tuning New Workshop

Alhamdulilah akhirnya Workshop baru sudah siap dibuka

alamatnya di Jl. Lodaya no 26, deket dengan persimpangan pasar bunga Palasari Bandung. Soft Opening akan dilaksanakan hari Kamis tgl 16 Juni, silahkan temen-2 yang mau silaturahmi ditunggu.

terima kasih buat dukungan temen-temen yang gak bisa sebutin satu persatu dan  semua yang telah membantu proses pindahan dan proses perbaikan bangunan, sekali lagi terima kasih banyak.

ABBYS Lite Jupiter MX Prototype A

ABBYS Lite Trioval untuk Jupiter MX

belom dyno test….

mudah-2an bisa secepatnya dyno test…

hasil dyno menyusul…

ABBYS Lite Yamaha Mio Prototype A

ABBYS Lite Trioval Matic Series

Belom di Dynotest, masih berupa prototype A, mudah-2an bisa segera di rampungkan kenalpot nya, so far hasilnya berdasarkan feeling sudah bagus, lebih ringan…tenaga cukup berisi walaupun belum jetting, update lagi berikutnya nanti.

Apa sich Karburator ?

Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stock. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.

Sejarah dan Pengembangan

Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif

Karburator umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.

Desain

Karburator dapat dikelompokan menurut arah aliran udara, barel dan tipe venturi. Tiap-tiap karburator mengkombinasikan ketiganya dalam desainnya.

Arah aliran udara

  1. Aliran turun (downdraft), udara masuk dari bagian atas karburator lalu keluar melalui bagian bawah karburator.
  2. Aliran datar (sidedraft), udara masuk dari sisi samping dan mengalir dengan arah mendatar lalu keluar lewat sisi sebelahnya.
  3. Aliran naik (updraft), kebalikan dari aliran turun, udara masuk dari bawah lalu keluar melalui bagian atas.

Barel

A high performance 4-barrel carburetor.

Barel adalah saluran udara yang didalamnya terdapat venturi.

  1. Single barel, hanya memiliki satu barel. Umumnya digunakan pada sepeda motor atau mobil dengan kapasitas mesin kecil.
  2. Multi barel, memimiliki lebih dari satu barel (umumnya dua atau empat barel), untuk memenuhi kebutuhan akan aliran udara yang lebih besar terutama untuk mesin dengan kapasitas mesin yang besar.

Venturi

  1. Venturi Tetap, pada tipe ini ukuran venturi selalu tetap. Pedal gas mengatur katup udara yang menentukan besarnya aliran udara yang melewati venturi sehigga menentukan besarnya tekanan untuk menarik bahan bakar.
  2. Venturi bergerak, pada tipe ini pedal gas mengatur besarnya venturi dengan menggunakan piston yang dapat naik-turun sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah-ubah. Naik-turunnya piston venturi ini disertai dengan naik-turunnya needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik serta dengan aliran udara. Tipe ini disebut juga “tekanan tetap” karena tekanan udara sebelum memasuki venturi selalu sama.

Prinsip Kerja

Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.

Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake mainfold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.

Mulai akhir 1930-an, karburator aliran kebawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft) mulai popouler digunakan untuk otomotif.

Operasional

Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:

  • Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
  • Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
  • Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna

Hal diatas bakal mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tapi kenyataannya, dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia fluida, dan sebagainya karbrator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu beroperasi dalam keadaan:

  • Start mesin dalam keadaan dingin
  • Start dalam keadaan panas
  • Langsam atau berjalan pada putaran rendah
  • Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
  • Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
  • Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama

Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraan

Dasar

Skema potongan melintang sebuah karburator tipe aliran turun venturi tetap single barel

Karburator pada dasarnya merupakan pipa terbuka dikedua ujungnya, dalam pipa ini udara bergerak menuju intake mainfold menuju kedalam mesin/ruang bakar. Pipa ini berbentuk venturi, yaitu dari satu ujung permukaannya lebar lalu menyempit dibagian tengah kemudian melebar lagi di ujung satunya. Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara meningkat ketika melewati bagian yang sempit.

Pada tipe venturi tetap, diujung karburator dilengkapi dengan katup udara berbentuk kupu-kupu yang disebut sebagai throttle valve (katup gas), yaitu semacam cakram yang dapat berputar untuk menutup dan membuka pergerakan aliran udara sehingga dapat mengatur banyaknya campuran udara/bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Banyaknya campuran udara/bahan bakar inilah yang menentukan besar tenaga dan/atau kecepatan gerak mesin. Pedal gas, atau pada sepeda motor, grip gas dihubungkan langsung dengan katup ini melalui kabel. Namun pada tipe venturi bergerak, keberadaan katup ini tidak ditemukan karena yang mengatur besarnya aliran udara/bahan bakar adalah ukuran venturi itu sendiri yang dapat berubah-ubah. Pedal atau grip gas dihubungkan dengan piston yang mengatur celah sempit dalam venturi

Bahan bakar disemburkan kepada aliran udara melalui saluran-saluran kecil yang terdapat dalam ruang sempit dalam venturi. Tekanan rendah dari udara yang bergerak dalam venturi menarik bahan bakar dari mangkuk karburator sehingga bahan bakar ini tersembur dan ikut aliran udara. Saluran-saluran ini disebut jet.

Buka gas dari langsam

Ketika handle gas dibuka sedikit dari posisi tertutup penuh, ada bagian venturi yang memiliki tekanan lebih rendah akibat tertutup katup yang sedang berputar. Pada bagian ini karburator menyediakan jet yang lebih banyak dari bagian lainnya untuk meratakan distribusi bahan bakar dalam aliran udara.

*wiki

Oli…oli…oli…

Oli mesin

Minyak pelumas mesin atau yang lebih dikenal oli mesin memang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.


Fungsi

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing.

Jenis

Oli Mineral

Oli mineral berbahan bakar oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

Oli Sintetis

Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.

Kekentalan (Viskositas)

Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam.

Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

Sebagai contoh dibawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.

  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
  2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti dikawasan Inggris
  3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti dikawasan Indonesia

Kualitas

Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute). Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001. Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk katagori sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya katagori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai katagori yang tepat karena oli mesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersih

Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kireja mesin bahkan merusaknya.

[sunting] API Service Rating

Untuk rating API service, dapat pula dirunut dari mesin-mesin keluaran lama. Namun, pada saat ini bisa juga dirunut dari katagori SF mengingat banyaknya katagori yang akan keluar.

API mesin bensin

  • SM (Current)

Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.

  • SL (Current)

Merupakan katagori terakhir sampai saat ini. Diperkenalkan pada 1 Juni 2001. Oli ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik. Juga bisa mengkonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli ini juga cocok dengan spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

  • SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
  • SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya
  • SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya
  • SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

API mesin diesel

  • CJ-4

Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya.

  • CI-4

Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.

  • CH-4

Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. . Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.

  • CG-4

Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

  • CF-4

Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli CD, dan CE.

  • CF-2

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

  • CF

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/sulfur diatas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.

Kontaminasi

Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli. Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli yakni

  1. Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
  2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis. Kepulan asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
  3. Bahan Bakar
  4. Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
  5. Ethylene gycol (anti beku)
  6. Produk-produk belerang/asam.
  7. Produuk-produk oksidasi Mengakibatkan oli bertambah kental. Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.
  8. Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas alam.

Apa Sich Piston ?

Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder mesin pembakaran dalam silinder hidrolik, pneumatik, dan silinder pompa.

Tujuan piston dalam silinder adalah:

  • Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder. Piston yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah tekanan tersebut menjadi gaya (linear).
  • Membuka-tutup jalur aliran.
  • Kombinasi dari hal di atas.

Dengan fungsi tersebut, maka piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder. Satu atau beberapa ring (cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder. Pada silinder dengan temperatur kerja menengah ke atas, bahan ring terbuat dari logam, disebut dengan ring piston (piston ring). Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja rendah, umumnya bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring).

Piston mesin

Piston dengan 2 ring kompresi dan 1 ring oli, waktu dikeluarkan dari silinder mesin

Piston pada mesin juga dikenal dengan istilah torak adalah bagian (parts) dari mesin pembakaran dalam yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke poros engkol (crankshaft,) melalui setang piston (connecting rod). Material piston umumnya terbuat dari bahan yang ringan dan tahan tekanan, misal aluminium yang sudah dicampur bahan tertentu (aluminium alloy).

Ring piston

Ring piston memiliki dua tipe, ring kompresi dan ring oli. Ring kompresi berfungsi untuk pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder. Kemampuan kompresi ring piston yang sudah menurun mengakibatkan performa mesin menurun. Ring oli berfungsi untuk menampung dan membawa oli serta melumasi parts dalam ruang silinder. Ring oli hanya ada pada mesin empat tak karena pelumasan mesin dua tak menggunakan oli samping.

*wiki